Pagi ini senyum saya simetris sempurna, setelah sekian lama berusaha mensimetriskan tetep aja ngerasa belum "sreg" simetrisnya.
ada beberapa posisi hati yang belum bisa diajak untuk bergabung membentuk senyum yang simetris, tapi setelah ditelaah sih ujung pangkalnya dari satu posisi hati yang belum duduk sempurna pada tempatnya.
seperti cinta fitri yang berseason-season itu, hal yang sama berlaku dalam menelusuri ujung pangkalnya.
saya bilang posisi hati itu dengan puzzle/ kepingan, yang selama ini hilang, susah sekali saya mencarinya, eh usut punya usut sayanya yang salah dalam mencari dan menemukanya. seharusnya dicari "didalam" ini saya cari dan ubek-ubek "diluar", walhasil hampir putus asa.
tapi dengan semangat repitisi 6 ( repetisi angkat beban maksimal di Gym ) saya kembali keawal saya mencari, dan ternyata dari situlah kesadaran salah dalam mencari muncul.
saya tidak mencari dalam lingkup masalahnya, tapi justru mencari diluar lingkup masalahnya. inilah kenapa bertubi-tubi selalu mengalami kebuntuan solusi mendapatkan itu Puzzle.
baiklah, puzzle itu bernama "sudut paandang membahagiakan orang lain" dalam hal ini membahagiakan bini saya, jadi begini, bini saya sangat berhasrat untuk mendapatkan beasiswa untuk pendidikan masternya di luar negri, yaitu di australia.
setiap pembahasan ini muncul saya yang sudah terlalu paranoid duluan, bukan masalah takut istri lebih pintar atau istri berpenghasilan lebih besar, ketakutan saya sangat manusiawi dan sangat suami banget. kebayang hubungan LDR 1,5 tahun, itu lama loh untuk yang biasa batrenya di charge sering-sering...eh. belum hal-hal lain yang berbau sangat kesuamian.
hmmm...break dulu ada tamu, maklum meskipun hanya sekelas tim sukses koordinator desa tapi kesibukanya engga kalah sama yang korkab hehehe...nanti sambung lagi yah....
ayo merakit puzzle
BalasHapusaq lagi nyusun puzzle iki mas hwu hwu pasangane rung nemu :D